We Are Creative Design Agency

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Illum, fuga, consectetur sequi consequuntur nisi placeat ullam maiores perferendis. Quod, nihil reiciendis saepe optio libero minus et beatae ipsam reprehenderit sequi.

Find Out More Purchase Theme

Our Services

Lovely Design

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Great Concept

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Development

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

User Friendly

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Recent Work

Selasa, 14 Desember 2010

POINT OF VIEW FOR MALL

POINT OF VIEW FOR MALL

Pembangunan mall akhir-akhir ini semakin meningkat, seiring pertumbuhan pembangunan di kota jakarta, ada dampak positif tapi lebih banyak negatifnya dari pertumbuhan mall tersebut.
Banyaknya mall akan juga melahirkan jurang perbedaan yang tinggi antara si kaya dan si miskin. Sehingga si miskin makin tidak akan merasa nyaman. Selain itu dampak lain pembangunan mall adalah warga akan semakin sulit mendapatkan ruang terbuka, seperti daerah resapan air atau taman sehingga pada gilirannya akan menyebabkan banjir. Dampak sosial dari pembangunan mall adalah warga akan terbius menjadi warga yang konsumtif dan menghabiskan waktunya dimall, kalau sang warga punya kemampuan finansial yang baik untuk belanja di mall mungkin tidak terlalu masalah, akan tetapi jika sang warga tak punya uang yang cukup, maka yang akan terjadi adalah angka kriminalitas yang akan semakin tinggi. seperti pencopetan ,penjambretan, perampokan dan lain-lain.

Dalam konsep teori pembangunan perkotaan, yang seharusnya menjadi tempat berkumpul warga kota adalah taman atau area terbuka, namun karena keterbatasan dana dari pemerintah daerah untuk membangun taman baru dan perawatan taman yang telah ada maka mereka sulit mendapatkan taman atau lahan yang enak dikunjungi. Warga kota merasakan taman yang tidak terawat,kotor, kumuh. Ada hal menarik di balik pertumbuhan mall yang meningkat yaitu karena warga kota kehilangan tempat untuk sekedar berkumpul maka mal-mall jadi satu-satunya tempat untuk ajang berkumpul dan interaksi antar warga kota.

Satu lagi dampak negatif dari pertumbuhan mall adalah tersingkirnya satu persatu pasar tradisional yang pada gilirannya mematikan aktifitas pedagang tradisional pribumi. Jumlah pedagang tradisional semakin hari semakin berkurang akibat kalah bersaing dengan pasar modern yang memberi kenyamanan yang lebih. Sebagai catatan dari 37 pasar tradisional yang ada di kota bandung hanya ada dua pasar yang tingkat huniannya diatas 75%, sisanya hanya mempunyai tingkat hunian dibawah 50%.

Menurut survei yang dilakukan di kota bandung, saat ini jumlah pedagang tradisional yang masih giat beraktifitas adalah sekitar 9800 pedagang, jauh dibawah perkiraan tahun 2007 yang masih sekitar 13000 pedagang yang masih aktif, berbanding terbalik dengan pertumbuhan mall. Sepanjang tahun 2009 berdasarkan survei, jumlah pertumbuhan mall di kota bandung sekitar 31,4% . Perkembangan jumlah mall yang tak terkendali menyebabkan penurunan jumlah pasar tradisional. Perbandingan setiap satu mall berdiri maka 100 pedagang dan warung akan gulung tikar.

Disamping itu alasan masyarakat enggan untuk ke pasar tradisional adalah karena kondisi pasar tradisional yang tidak nyaman, kotor, tidak bersih yang menyebabkan orang lebih memilih ke supermarket atau mall yang dari sisi kenyamanan jelas lebih baik. Satu lagi dampak pembangunan mall adalah kemacetan yang yang akan melanda jalan-jalan sekitar tempat mall berada. Yang pada gilirannya membuat stag beberapa ruas jalan. Demikian ulasan saya mengenai dampak pertumbuhan mall di kota-kota besar. Mudah-mudahan bermanfaat.
Dahulu pasar tradisional ini sangat terkenal, dari berbagai daerah penjual yang datang ketempat ini untuk mencari rejeki. semua barang yang dijual laku keras. Keadaan ini tentu saja menguntungkan untuk para penjual. Setiap hari transaksi dilakukan. Tetapi tahukah anda apa yang terjadi saat ini, pasar itu menjadi sepi. Mungkin masih ada segelintir irang yang berbelanja tetapi tidajk seperti dulu, keadaan ini tentu saja membuat omset para penjual menurun.
Ya sejak berdirinya sebuah mall didaerah tersebut jarang orang yang ingin berbelanja dipasar itu lagi, entah karena alasan gengsi atau apaMungkin para konsumen lebih senang berbelanja dimall karena barang – barang yang tersedia lebih lengkap dan kenyamanan yang mereka dapatkan. Lalu bagaimana pemerintah menanggulangi hal ini, mungkinkah pasar tradisional ini akan hilang?, lalu bagaimanakah nasib para pedagang yang ada di pasar tradisional itu?.
Konsumen pastinya ingin mendapatkan barang yang berkualitas dengan harga murah. Tetapi biasanya barang yang kualitasnya tinggi jarang yang murah.Apalagi sekarang dimall disediakan berbagai macam fasilitas, hingga konsumen yang ada menjadi betah. Hal ini tentu saja berdampak pada pasar tradisional.
Kalau kita lihat ada saja dampak dari pendirian Mall/pusat pembelanjaan diantaranya :

- Arus Kendaraan di lokasi itu tambah macet, sembraut, acak-acakan
- Angkot lebih banyak ngetem
- Banjir karena Mall itu meninggikan bangunan dengan menguruk tanah yang berdampak pada lingkungan sekitarnya

Banyak sebab mengapa Jakarta macet. Jumlah kendaraan yang banyak, jalan yang sempit, lalu lintas yang semrawut dan pembangunan sejumlah pusat perbelanjaan yang meremehkan kepentingan para penguna jalan.

Lihatlah data tahun 2010 ini. Jumlah kendaraan bermotor 5,6 juta. Dari jumlah itu, sekitar 3,9 juta unit kendaraan roda dua dan 1,34 juta mobil. Jika tidak dikendalikan, 5 tahun lagi jumlah kendaraan itu akan melampaui jumlah penduduk DKI-- yang menurut catatan sipil DKI tahun 2010 jumlahnya 8.522.589 orang.


Pembangunan mal yang tidak terkendali itu juga menyebabkan kemacetan. Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa pusat perbelanjaan selalu memakai jalan umum sebagai pintu masuk menuju mal.

ada empat mal yang menjadi sumber kemacetan. Diantaranya Plaza Semanggi. Pintu masuk mal ini persis di depan jalan utama Gatot Subroto atau putaran Bundaran Semanggi. Antrian kendaraan yang masuk ke mal, mengakibatkan kemacetan panjang di Jalan Gatot Subroto dan Sudirman. Sejumlah pusat perbelanjaan lain yang bikin macet adalah Mal Taman Anggrek, Grand Indonesia dan Ambasador.

"Keempat mal itu menjadi sumber utama kemacetan di jalan Jenderal Sudirman, Thamrin, S Parman, Prof Sartio, dan Gatot Subroto. Bahkan kemacetan di jalan-jalan itu bisa sampai beberapa kilometer.
 


ada satu hal baik yang baru saja saya suka dari Dewan kita di Senayan. Mereka sepakat untuk tidak memberikan izin bagi pengembang mendirikan mall baru disitu. Mereka menyetujui dibangunnya Ruang Terbuka Hijau. Ini keputusan yang baik dan merupakan sebuah kemajuan karena dapat dijadikan sebuah indikasi meningkatnya kesadaran akan kebutuhan ruang selain mall.
usaha kami di pasar tradisional digebuk abis-abisan... kehadiran mall/pusat perbelanjaan membuat masyarakat beralih ke mall.. harga beda cuman 500perak, tapi di mall banyak pilihan plus lebih adem dan gengsi... sedangkan di pasar kan becek, kumuh, kami udah bayar iuran harian ke aparat katanya buat biaya pemeliharaan.. tapi kami dibiarkan kumuh... pengennya jadi pemasok juga ke mall itu, tapi syaratnya ribet, belum lagi kalau telat masukin barang kena denda ratusan juta... mau untung malah jadi buntung. (hasil wawancara dengan pedagang di pasar tradisional)
Akan tetapi, seburuk itukah 'nilai' sebuah mall? Faktanya bahwa mall dapat memberikan beberapa kontribusi positif terhadap negara ini. Kita lihatbeberapa diantaranya :

1. Mall memberikan peningkatan pendapatan negara dalam bentuk pajak, karena adanya aktivitas ekonomi disitu. Aktivitas ekonomi yang terjadi juga bukanlah main-main karena faktor penggerak transaksi kaum urban yang datang ke mall sudah tentu didominasi kalangan menengah ke atas. Sejatinya mereka bisa mengeluarkan lebih dari 100rb rupiah untuk setiap kedatangan mereka ke pusat perbelanjaan (akumulasi dari parkir, belanja, makan dan minum, atau kegiatan lain seperti nonton bioskop). 

Ini adalah hal yang sangat menggiurkan terutama untuk pemerintah kita sebagai pendapatan negara. Meningkatnya jumlah orang kaya di tahun 2010 ini dan memboomingnya industri kreatif dapat turut mendongkrak psikologis manusia untuk berbelanja. Berbelanja hal-hal yang mungkin tidak terlalu mereka butuhkan.

2. Setiap pendirian mall berarti penyerapan tenaga kerja baru. Setiap pertumbuhan ekonomi sebesar 1% hanya mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 250.000 - 300.000 orang tenaga kerja. Masih belum bisa menutupi angka jumlah pengangguran sebanyak 10 juta orang lebih di Indonesia. Pertanyaannya adalah, tenaga kerja manakah yang akan diserap oleh Mall? Tenaga kerja penduduk dengan KTP DKI Jakarta? Ataukah tenaga kerja Bodetabek yang notabene akan menambah jumlah komuter ke Ibukota?

3. Mall adalah sebuah lambang pengakuan. Pengakuan dari pihak-pihak; terutama tenant (terlebih jika tenant berasal dari luar negeri) bahwa iklim investasi di Indonesia baik. Menurut indeks investasi dunia, Indonesia masuk dalam peringkat 17 negara yang dapat dijadikan tempat berinvestati.Menyusul kenaikan harga IHSG yang nyaris menembus angka 3000, adalah indikasi-indikasi lain yang menunjukkan bahwa secara makro, negara ini memiliki fundamental ekonomi yang kuat.

Solusi
Pemindahan mal dan kampus dari Jakarta dinilai bisa menjadi salah satu solusi mengatasi macet. Namun langkah itu harus dibarengi perbaikan sarana transportasi. Bagaimanapun jangan sampai tercipta kondisi pemindahan kemacetan.

"Itu bagian dari strategi besar. Jangan lupa kalau mau relokasi siapkan jaringan angkutan umum yang massal. Karena kalau tidak itu hanya memindahkan kemacetan baru ke pinggir kota," kata Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit saat dihubungi detikcom, Minggu (14/11/2010).

Diakui Danang, keberadaan mal dan kampus di Jakarta memang menarik pengunjung. Kalau dilihat saja, untuk satu mal besar saja ada sekitar 10-20 ribu pengunjung setiap harinya, untuk kampus juga bisa belasan ribu.

"Mal dan kampus pasti menyumbang kemacetan karena menyebabkan mobilitas orang bergerak," tambahnya.

Danang menekankan kepada sistem transportasi yang lebih tertata. Juga aturan konfigurasi lahan di Jakarta. Karena kalau kemudian muncul kemacetan parah di sekitar Jakarta, yang terkena imbas juga kawasan di sekitar Jakarta.

"Pemindahan bukan mal dan kampus bukan solusi tunggal, pemindahan harus ditaruh dispanjang koridor umum," tutupnya.

Sebelumnya mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim mengusulkan agar mal dan kampus dipindahkan keluar Kota Jakarta. Emil mmberi contoh kota di AS, Washington DC, di sana mal tidak terdapat di dalam kota.

"Mal terdapat beberapa mil dari kota, jadi penduduk Washington kalau mau ke mal harus berkendara ke luar kota," kata Emil saat dihubungi detikcom.


Selain mal, demikian juga kampus. Sebagai contoh yakni UI, seandainya di kawasan Salemba masih terdapat kampus, bisa dibayangkan macet yang terjadi. Dia menyarankan kampus-kampus di Jakarta dipindahkan ke luar kota ke kawasan Jabodetabek atau Karawang.
Lain kali, saya akan bercerita mengenai dampak buruk kehadiran mall bahkan bagi ekonomi negara itu sendiri. :)

sumber :
detik.com
lintasberita.com
dengan perubahan oleh Akbar Jaya Laksana

JEJARING SOSIAL YANG MENJARING KEHIDUPAN SOSIAL

JEJARING SOSIAL YANG MENJARING KEHIDUPAN SOSIAL

Pengertian Jejaring Sosial

Jejaring sosial adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Istilah ini diperkenalkan oleh profesor J.A. Barnes di tahun 1954.
Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll.

Jejaring Sosial merupakan suatu layanan dari sebuah cakupan dari sistem software yang
memungkinkan pengguna dapat berinteraksi dan berbagi data dengan pengguna yang lain
dalam skala yang besar. Adapun karakteristik dari sebuah social software untuk jejaring
sosial adalah memiliki open APIs, desain arsitektur yang berbasiskan service-oriented
(SOA), dan kemampuan untuk upload data maupun media.

Pada dasarnya pembuatan dan perkembangan software sosial untuk Social Networking
antara lain adalah bertujuan atau bermanfaat untuk:

1. pertama, untuk kebutuhan, software konvensional lebih ditekankan kepada
perusahaan yang membutuhkan, sedangkan software sosial dapat diinisialisasi
oleh konsumen(pemakai),
2. kedua yaitu fokus. pada software konvensional titik fokus ditujukan kepada sisi
internal perusahaan, sedangkan software sosial bisa dikatakan menekankan pada
sisi sosial atau eksternal,
3. ketiga, tujuan. maksud dari dibuatnya software konvensional adalah untuk
mendapatkan keuntungan dan efesiensi serta produktifitas, sedangkan pada
software sosial lebih diutamakan sisi emosional.

Sejarah dan Perkembangan

Sejarah Jejaring Sosial 
Kemunculan situs jejaring sosial ini diawali dari adanya inisiatif untuk menghubungkan orang-orang dari seluruh belahan dunia.
Sejak komputer dapat dihubungkan satu dengan lainnya dengan adanya internet banyak upaya awal untuk mendukung jejaring sosial melalui komunikasi antar komputer.
Situs jejaring sosial diawali oleh Classmates.com pada tahun 1995 yang berfokus pada hubungan antar mantan teman sekolah dan SixDegrees.com pada tahun 1997 yang membuat ikatan tidak langsung. Dua model berbeda dari jejaring sosial yang lahir sekitar pada tahun 1999 adalah berbasiskan kepercayaan yang dikembangkan oleh Epinions.com, dan jejaring sosial yang berbasiskan pertemanan seperti yang dikembangkan oleh Uskup Jonathan yang kemudian dipakai pada beberapa situs UK regional di antara 1999 dan 2001.
 Tahun 2001, muncul Ryze.com yang berperan untuk memperbesar jejaring bisnis. Situs ini memiliki aplikasi untuk membuat profil, menambah teman, dan mengirim pesan. Tahun 1999 dan 2000, muncul situs sosial lunarstorm, live journal, Cyword yang berfungsi memperluas informasi secara searah. Tahun 2002, muncul friendster sebagai situs anak muda pertama yang semula disediakan untuk tempat pencarian jodoh. Dalam keanjutannya, friendster ini lebih diminati anak muda untuk saling berkenalan dengan pengguna lain. Inovasi meliputi tidak hanya memperlihatkan siapa berteman dengan siapa, tetapi memberikan pengguna kontrol yang lebih akan isi dan hubungan. Pada tahun 2005, suatu layanan jejaring sosial MySpace, dilaporkan lebih banyak diakses dibandingkan Google dengan Facebook, pesaing yang tumbuh dengan cepat.
Jejaring sosial mulai menjadi bagian dari strategi internet bisnis sekitar tahun 2005 ketika Yahoo meluncurkan Yahoo! 360°. Pada bulan juli 2005 News Corporation membeli MySpace, diikuti oleh ITV (UK) membeli Friends Reunited pada Desember 2005. Diperkirakan ada lebih dari 200 situs jejaring sosial menggunakan model jejaring sosial ini. 
Memasuki tahun 2006, penggunaan friendster dan Myspace mulai tergeser dengan adanya facebook. Facebook dengan tampilan yang lebih modern memungkinkan orang untuk berkenalan dan mengakses informasi seluas-luasnya. Tahun 2009, kemunculan Twitter ternyata menambah jumlah situs sosial bagi anak muda. Twittermenggunakan sistem mengikuti - tidak mengikuti (follow-unfollow), dimana kita dapat melihat status terbaru dari orang yang kita ikuti (follow). 
Layanan Jejaring Sosial
Banyak layanan jejaring sosial berbasiskan web yang menyediakan kumpulan cara yang beragam bagi pengguna untuk dapat berinteraksi seperti chat, messaging, email, video, chat suara, share file, blog, diskusi grup, dan lain-lain. Umumnya jejaring sosial memberikan layanan untuk membuat biodata dirinya. Pengguna dapat meng-upload foto dirinya dan dapat menjadi teman dengan pengguna lainnya. Beberapa jejaring sosial memiliki fitur tambahan seperti pembuatan grup untuk dapat saling sharing didalamnya.

Situs jejaring sosial (bahasa Inggris: Social network sites) merupakan sebuah web berbasis pelayanan yang memungkinkan penggunanya untuk membuat profil, melihat list pengguna yang tersedia, serta mengundang atau menerima teman untuk bergabung dalam situs tersebut. Tampilan dasar situs jejaring sosial ini menampilkan halaman profil pengguna, yang di dalamnya terdiri dari identitas diri dan foto pengguna.

Akir-akhir ini perkembangan situs jejaring sosial berlangsung sangat pesat. Setelah
launching Friendster.com, pada tahun 2003 muncullah MySpace.com yang juga menjadi
satu dengan FOX Entertainment di Amerika Serikat yang menjadi situs jejaring sosial
terbesar di dunia hingga Juni 2006 dan diikuti dengan kemunculan Facebook th 2005.

Friendster yang dikelola perusahaan Friendster Inc. didirikan pada tahun 2002 berkantor
pusat di Silicon Valley, California, Amerika Serikat. Pendirinya adalah Jonathan Abrams,
yang sekaligus kreator dari Friendster. Jonathan sebelumnya adalah pendiri dan CEO
HotLinks. Ia pun pernah menjabat sebagai senior enginering pada perusahaan internet
terkenal Netscape dan Nortel. Abrams sendiri adalah lulusan Computer Science dari
McMaster University.

Ketika perkembangan Friendster memperlihatkan tanda-tanda kemajuan, pengelolanya
mendapat suntikan dana US$ 13 juta dari berbagai investor. Lalu pada Juni 2004
Friendster merekrut seorang profesional bisnis. Dia adalah Scott Sassa, mantan President
stasiun televisi NBC Entertainment.

Hingga 2006, pengguna Friendster diperkirakan mencapai 20 juta orang dari berbagai
belahan dunia.

Facebook pertamakali didirikan oleh Mark Zuckerberg dengan nama asli "thefacebook"
ketika ia kuliah di Harvard University dan bermula dari sebuah hobi dengan dukungan
ana awal dari Eduardo Saverin. Selama berbulan-bulan Facebook telah melintasi ruangan-ruangan di Harvard University dengan sangat baik diterima. Begitupula segera
setelah itu menyebar ke Yale dan Stanfford dan diterima dan tersebar secara luas.

Pada awal pendirian thefacebook ini Mark Zuckerberg dibantu oleh kedua rekannya
mahasiswa Harvard Dustin Moskovitz dan Chris Hughes untuk membantunya
meningkatkan websitenya ke level yang lebih tinggi. Setelah mahasiswa dan thefacebook
menjadi sebuah fenomena Zuckerberg dan Moskovitz keluar dari Harvard untuk
meneruskan pengembangan website dan kegemarannya. Pada tahun 2005 thefacebook
secara resmi berubah nama menjadi Facebook hingga saat ini. Pada bulan Agustus 2006,
Facebook melunccurkan free developer API untuk mengijinkan Developers membuat
widget, mashups, tools, dan projects untuk Facebook.

Perkembangan Facebook terus meningkat hingga saat ini. Bahkan statistik menunjukkan
bahwa Facebook sejak Agustus 2008 telah mengalahkan pesaingnya yakni MySpace dan
menjadi website jejaring sosial terbesar di dunia. Keberhasilan Facebook makin
memuncak setelah digunakan sebagai sarana kampanye Presiden Amerika Terpilih
Barrack Obama. Banyak elit politik, partai maupun perusahaan dan pihak-pihak pun yang
tak jarang memanfaatkan Facebook sebagai ajang untuk menggalang dukungan, ataupun
sekedar membuat halaman untuk menunjukkan citra perusahaan melalui halaman yang
terdapat pada Facebook.








Sementara ada beberapa dampak/akibat dari penggunaan Jejaring Sosial:

Dampak positif dari Jejaring Sosial:

Yakni memperluas hubungan. Tentu dengan menggunakan sebuah jejaring sosial kita
akan dapat memperkaya hubungan dan persahabatan serta memperluas jaringan ke
seluruh pelosok Nusantara bahkan hingga ke mancanegara. Ini barangkali yang dapat
menjadi salah satu dampak positif dari situs jejaring sosial.

Kelebihan

Keberadaan situs jejaring sosial ini memudahkan kita untuk berinteraksi dengan mudah dengan orang-orang dari seluruh belahan dunia dengan biaya yang lebih murah dibandingkan menggunakan telepon. Selain itu, dengan adanya situs jejaring sosial, penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat.

Kelemahan

Kemunculan situs jejaring sosial ini menyebabkan interaksi interpersonal secara tatap muka (face-to-face) cenderung menurun. Orang lebih memilih untuk menggunakan situs jejaring sosial karena lebih praktis. Di lain pihak, kemunculan situs jejaring sosial ini membuat anak muda tidak dapat tidak mengakses internet. Dalam kadar yang berlebihan, situs jejaring sosial ini secara tidak langsung membawa dampak negatif, seperti kecanduan (addiksi) yang berlebihan dan terganggunya privasi seseorang.

Dampak negatif dari Jejaring Sosial:

Pertama, dapat berbahaya sebagai akibat simple atau mudah untuk proses pendaftaran
dan melibatkan identitas personal sehingga dapat membahayakan.. Misalnya pencurian
ID (idenditas) seseorang di internet oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan
digunakan untuk keperluan yang tidak semestinya.

Kedua, kecanduan. percaya atau tidak jejaring sosial dapat mengakibatkan kecanduan
bagi para penggunanya secara tidak langsung.

Ketiga, dapat menyebabkan anti sosial. bahwa kita dapat menjadi anti-sosial apabila
memaknai semua itu secara berlebihan. dapat kita bayangkan apabila kita duduk berjam-
jam hanya untuk mengomentari teman kita lewat layar komputer dibandingkan dengan
bertemu langsung dan duduk bersama dan dikhawatirkan lama kelamaan fungsi sosial
dapat tergantikan oleh digitalisasi melalui situs jejaring sosial ini.


sumber :
Wikipedia.org
www.ridwanforget.net
dengan perubahan oleh Akbar Jaya Laksana

Kamis, 11 November 2010

HARUSKAH AGAMA ? ?

HARUSKAH AGAMA ? ?

“Mengapa agama yang menjujung tinggi cinta & kedamaian menimbulkan perang begitu banyak di dunia ? sungguh tragis memang jika melihat keadaan dunia yang sekarang penuh dengan keributan dengan mengatasnamakan agama. Padahal dalam ajaran agama (dalam agama mana pun) semua menjujung tinggi cinta dan kedamaian. Saya akan mencoba dan memeriksa apa yang menyebabkan perang ini terjadi. Sangat sedikit yang saya perhatikan telah mengatakan apa-apa tentang orang-orang hanya bersikap jahat atau jahat . berikut ini adalah apa yang sebenarnya menyebabkan perang ,menurut saya;

Kesombongan
Kesombongan adalah salah satu penyebab terbesar dari perang. Manusia tidak tahan diletakkan dalam bentuk apapun dengan cara atau bentuk. Olahraga bintang banyak kali marah dan melawan hal-hal sepele.

Kebencian
Kebencian merupakan penyebab utama perang. Banyak membenci untuk alasan yang berbeda. Beberapa membenci karena "orang-orang" yang memiliki kemampuan lebih baik daripada kita. Beberapa karena mereka memiliki minyak dan kita inginkan, (mengingatkan pada perang di Irak menurut banyak orang). Bangsa melawan bangsa hanya untuk tujuan yang disebut bangsa terbaik. 

Keserakahan
Orang yang selalu merasa berkurangan padahal nyatanya sudah berkelebihan, biasa disebut dengan istilah serakah atau tamak. Orang serakah biasanya menginginkan agar dirinya memiliki sesuatu paling banyak. Keinginannya itu tidak pernah berhenti. Apa yang sudah dimiliki, sekalipun sudah terlalu banyak, masih selalu dirasa kurang, dan karena itu masih ingin berusaha menambahnya.

Nafsu
Ada sekolompok orang menganggap hawa nafsu sebagai "syaitan yang bersemayam didalam diri manusia," yang bertugas untuk mengusung manusia kepada kefasikan atau pengingkaran.
Memperturuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan. Akibat pemuasan nafsu jauh lebih mahal ketimbang kenikmatan yang didapat darinya. Hawa nafsu yang tidak dapat dikendalikan juga dapat merusak potensi diri seseorang.

Sebenarnya setiap orang diciptakan dengan potensi diri yang luar biasa, tetapi hawa nafsu dapat menghambat potensi itu muncul kepermukaan. potensi yang dimaksud di sini adalah potensi untuk menciptakan keadilan, ketenteraman,keamanan, kesejahteraan, persatuan dan hal-hal baik lainnya.
Namun karena hambatan nafsu yang ada pada diri seseorang potensi-potensi tadi tidak dapat muncul kepermukan (dalam realita kehidupan). Maka dari itu mensucikan diri atau mengendalikan hawa nafsu adalah keharusan bagi siapa saja yang menghendaki keseimbangan, kebahagian dalam hidupnya karena hanya dengan berjalan dijalur-jalur yang benar sajalah menusia dapat mencapai hal tersebut.



Lalu muncul lagi sebuah pertanyaan Jika percaya pada tuhan atau dewa-dewa yang baik, maka mengapa begitu banyak rasa sakit dan penderitaan yang disebabkan oleh agama - seperti Perang Salib, bom bunuh diri, dll, dll?”. Ini adalah pertanyaan yang sangat sering kita dengar, dan ada sejumlah cara untuk mendekati masalah ini. Saya ingin mencoba melakukan pendekatan ilmiah.

Pendekatan ini menjelaskan bahwa agama menyebabkan perang. Sama seperti, misalnya, alkohol menyebabkan mabuk dan sinar matahari membuat hal-hal yang tumbuh. Jika kita ingin menguji alkohol / mabuk atau matahari / hipotesis pertumbuhan secara ilmiah, apa yang akan kita lakukan? Cukup sederhana: Keluarkan alkohol dari minuman apa saja kita melayani dan melihat apakah klien kami masih mabuk. Sama dengan matahari / pertumbuhan teori: Hapus sinar matahari dan melihat apakah hal-hal yang masih tumbuh.

Dengan hipotesis / agama perang, kita tidak harus benar-benar melakukan studi klinis - itu telah dilakukan bagi kita. Pada abad ke-20, kita melihat perang yang paling bencana sejarah, baik di Eropa dan di Timur Jauh.Katakan padaku, yang dari mereka berpusat di sekitar perselisihan agama?

Sebagai peneliti, kita dipaksa untuk mengembangkan hipotesis alternatif: Ada lagi faktor umum untuk perang, jauh lebih umum daripada agama - dan itu adalah bahwa mereka diperjuangkan oleh manusia.
Bahkan, para rabi zaman Romawi mengajarkan bahwa Perdamaian (Shalom dalam bahasa Ibrani) adalah salah satu nama dari G-d.

Untuk seluruh dunia, tidak sampai bencana bencana Perang Dunia I bahwa orang-orang mulai menyadari perang yang tidak begitu menyenangkan setelah semua. Begitulah cara baru itu, kurang dari sembilan puluh tahun yang lalu, yang tiba-tiba perdamaian menjadi nilai dalam pikiran manusia.Kalau saja mereka mendengarkan nabi-nabi dan rabi beberapa ribu tahun yang lalu!

Saya tidak dapat berbicara atas nama agama lain, tapi saya dapat memberitahu anda ,bahwa banyak para nabi besar Yudaisme berbicara tentang nilai perdamaian bahkan di saat perang adalah negara diterima urusan. S kata 'Yesaya yang tertulis di dinding Perserikatan Bangsa-Bangsa: "Dan mereka akan menempa pedang mereka menjadi mata bajak, dan tombak mereka menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, mereka tidak akan lagi belajar perang lagi.."


Apakah agama sumber konflik ? persepsi beberapa bahkan banyak orang yang semakin menyeruak keluar. Berbagai krisis yang terjadi di Indonesia selama ini memperkuat tudingan bahwa agama merupakan salah satu faktor—kalau bukan satu-satunya—pemicu konflik sosial. Bahkan, AN Wilson, seperti pernah dikutip oleh Nurcholis Madjid, mengatakan, “Agama adalah tragedi manusia. Ia mengajak pada yang paling luhur, paling murni, paling tinggi dalam jiwa manusia. Namun demikian, hampir tidak ada sebuah agama yang tidak bertanggung jawab atas berbagai peperangan, tirani, dan penindasan kebenaran.

Posisi agama sebagai faktor penyebab konflik ini memperkuat pandangan bahwa agama harus dipisahkan dari aspek kemasyarakatan (politik, ekonomi, dan sosial). Alasannya, jika agama dipakai dalam masalah kemasyarakatan, ia akan menyebabkan kekacauan, karena biasanya masing-masing agama mengklaim dirinya yang paling benar (monopoli truth claim). Jika demikian, muncul pertanyaan, aturan agama mana apa yang harus dipakai? Premis yang kemudian ditawarkan adalah sekularisme: agama hanya mengurus masalah individu manusia; agama tidak perlu berperan untuk mengatur masalah ekonomi, politik, atau pemerintahan. Kalaupun mau berperan dalam masalah tersebut, agama hanya berfungsi sebagai faktor moral (akhlak) seperti sikap jujur, adil, dan amanah dalam menjalankan masalah-masalah kemasyarakatan.
Untuk lebih memantapkan alasan pemisahan ini, agama seharusnya tidak menjadi landasan bagi negara. Ikatan antar unsur masyarakat pun jangan dilihat dari aspek negara, tetapi nasionalisme. Dalam ikatan nasionalisme, masyarakat harus mengedepankan unsur nation (kebangsaan) daripada unsur-unsur masyarakat yang lain seperti kesukuan (etnis), keluarga, dan terutama agama. Dalam hal terakhir ini, biasanya pihak Islam paling banyak disorot dalam konflik agama ini. Pasalnya, ajaran Islam tidak hanya mengajarkan masalah moral, tetapi lebih jauh mengatur secara tegas hubungan antarmanusia (ekonomi, politik, dan pemerintahan). Pihak Islamlah yang paling menginginkan adanya negara yang diatur oleh syariat Islam. Tuntutan untuk mendirikan negara Khilafah Islam ini kemudian menimbulkan ketakutan yang luar biasa, tidak hanya di kalangan non-Islam, tetapi juga di kalangan Islam yang menolak habis-habisan negara yang didasarkan pada syariat Islam ini.

Jika di pikir baik-baik persepsi di atas itu tidak dapat kita terima begitu saja, Salah satu kekeliruan berpikir dari sekularisme adalah premis yang menyebutkan agama sebagai sumber konflik sehingga agama harus dijauhkan dari kehidupan.
Kekeliruan ini didasarkan pada alasan:
(1) Tidak mungkin agama dihilangkan dalam kehidupan manusia. Agama merupakan naluri fitri yang tidak bisa dihilangkan dalam diri manusia. Naluri ini merupakan bagian integral dari kehidupan manusia; (2) Jika agama dihilangkan dalam kehidupan manusia, apakah ada jaminan bahwa konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat akan hilang? Jawabannya, jelas tidak. Konflik tetap saja akan muncul karena faktor lain seperti etnis, kekuasaan, kebangsaan, dan ekonomi; atau boleh  jadi karena faktor wanita, harga diri, dan faktor-faktor lain.

Banyak pihak lupa bahwa pemikiran kapitalisme-sekularisme dan sosialisme-komunisme yang anti agama, dalam sejarahnya, juga banyak memicu konflik di dunia ini. Sekularisme, sejak awal pemunculannya dalam Revolusi Prancis, telah banyak menimbulkan korban ribuan jiwa, baik dari kalangan rakyat maupun penguasa (raja dan pendeta). Begitupun komunisme, sejak Revolusi Berdarah  Bolsevick, telah menelan jutaan korban ketika merebut kekuasaan Kaisar Nicholas Tsar II dengan cara coup

Dalam sejarahnya, penyebaran ide demokrasi, misalnya—yang merupakan pemikiran penting dalam sekularisme—oleh negara-negara Barat, penuh dengan darah. Atas nama sekularisme dan demokrasi serta kepentingan ekonomi, negara-negara Barat menjajah Dunia Ketiga pada masa kolonialisme. Atas dasar demokrasi dan HAM, Barat juga melakukan penyerangan kepada negara-negara yang tidak sejalan dengan kepentingan mereka seperti Sudan, Afganistan, Irak, Indonesia, Panama, dan Vietnam.

Sama halnya dengan nasionalisme. Ide ini juga membawa konflik pada seluruh kawasan dunia. Banyak negara yang saling berperang atas dasar nasionalisme. Negara Afrika saling berperang karena alasan nasionalisme. Begitupun Irak dan Iran, Irak dan Kuawit, atau India dan Pakistan. Perang Dunia I dan II pecah juga karena alasan nasionalisme. Inggris saling bertempur dengan Argentina karena masalah kepulauan Malvinas yang diklaim karena faktor kepentingan nasionalisme masing-masing. 

Apalagi bagi kaum Muslim, nasionalisme menjadi racun yang sangat menyakitkan. Persatuan Dunia Islam, yang tadinya merupakan kekuatan tangguh yang menyatukan negeri-negeri Islam, kemudian tercabik-cabik hanya karena penyebaran ide nasionalisme ini. Wilayah kesatuan Kekhilafahan Islam kemudian terpecah dan menjadi negara-negara kecil yang tidak memiliki kekuatan dan sangat lemah. Barat kemudian melakukan pembagian negeri-negeri Islam dengan hanya menggunakan penggaris dan pensil.
Lebih ironis lagi, gara-gara nasionalisme ini, di antara negeri Islam pun saling bertikai. India pecah menjadi: Pakistan, India (yang dikuasai kemudian oleh mayoritas Hindu), dan Bangladesh; Irak menyerbu Kuwait; Mesir bertikai dengan Sudan; Iran perang berkepanjangan melawan Irak; dan banyak lagi. Alasan berperang biasanya seputar masalah perbatasan dan kepentingan nasional. Padahal, dulunya negeri-negeri Islam tersebut merupakan satu-kesatuan yang tidak terpisahkan. Antar penduduk kawasan negeri-negeri Islam saling bebas berkunjung dan tidak pernah dipersoalkan dari mana asal wilayahnya, karena memang merupakan satu kawasan Khilafah Islam. Mereka juga saling berbagi kemakmuran karena khalifah melihat negeri-negeri Islam sebagai satu kawasan yang seluruhnya harus dipenuhi kepentingan dan kesejahterannya.

Secara konsepsional maupun faktual, sekularisme inilah yang justru menjadi pangkal kerusakan manusia. Aturan-aturan yang didasarkan pada hawa nafsu dan kemanfaatan yang muncul dari ide sekularisme telah merusak manusia. Ide-ide itu tidak mampu secara benar membuat pengaturan agar manusia bisa menyalurkan naluri maupun kebutuhan jasmaninya secara benar.

Tentu, saja, motif-motif tersebut tidak selalu tunggal; kadang saling tumpang tindih, membentuk irisan, memicu atau mungkin saja sebatas melegalisasi. Namun yang jelas, penggunaan kekerasan bisa dilakukan oleh siapa saja (negara, kelompok, atau individu) dengan berbagai motifnya. Karena itu, upaya memojokkan Islam sebagai agama teroris atau identik dengan kekerasan, atau jihad sebagai kriminal adalah salah kaprah.

Demikian juga menjadikan agama sebagai penyebab segala bentuk kekerasan di dunia; jelas terlampau menyederhanakan masalah. Sebab, kekerasan juga dilakukan oleh mereka yang menganut ideologi Kapitalisme, bahkan Komunisme yang tidak bertuhan (ateis).  Mengaitkan pelaku kekerasan dengan kelompok Islam juga salah kaprah. Sebab, kekerasan juga dilakukan oleh kelompok agama, suku, atau bangsa tertentu.

Dalam hal ini, Islam justru memberikan pemecahan yang tuntas dan menyeluruh atas berbagai konflik dan kekeliruan yang muncul akibat kelemahan manusia mengatur penyaluran naluri dan kebutuhan jasmani mereka.

Mungkin ada pertanyaan, bukankah ketika aturan Islam diterapkan akan menimbulkan ketidaksukaan orang lain? Artinya, ia berpeluang menimbulkan konflik juga? Jawabannya, konflik karena ketidaksukaan pihak lain, pasti terjadi pada ide apa pun. Pihak sekularisme juga pasti akan menghadapi orang-orang yang tidak setuju dengan ide ini. Akan tetapi, mengapa tidak pernah dikatakan oleh pihak sekularis bahwa karena ide sekularisme menimbulkan konflik maka ide ini harus dihilangkan?
Inilah kekeliruan dan ketidakjujuran cara berpikir sekularisme. Padahal, persoalan utama yang patut dibahas sebenarnya adalah aturan mana yang paling baik untuk mengatur pemenuhan kebutuhan naluri dan jasmani manusia; sekularisme (aturan manusia) ataukah agama (aturan Allah).

Ada 1 perang yang saat ini sangat menarik perhatian kita semua, yak! Israel & Palestina ,awalnya saya tak perduli dengan permasalahan itu. Namun lama kelamaan hal itu berhasil menyita keingin tahuan saya. Kenapa? Mengapa? Kapan berakhir? Pertanyaan-pertanyaan yang berputar di kepala saya. Sedikit demi sedikit saya mengetahui sejarah mengapa terjadi perang antara Israel dan palestina, yang katanya perang yang mengatasnamakan agama. Lets get the jam! :D

Sebelum kita menyebut peristiwa di Palestina itu adalah Perang Agama hendak lah kita tahu terlebih dahulu apa itu Yahudi :

Yahudi adalah agama tribal/kesukuan yang hanya bisa dianut oleh bangsa Yahudi. Agama ini tidak bisa disebarkan ke luar dari suku Yahudi. Oleh karena itu jumlahnya tidak berkembang. Hanya sekitar 14 juta pemeluknya di seluruh dunia. Sementara agama Kristen dan Islam karena disebarkan ke seluruh manusia dipeluk oleh milyaran pengikutnya.

Yahudi dan Zionisme

Setelah orang-orang Yahudi terusir dari Yerusalem pada tahun 70 M, mereka mulai tersebar di berbagai belahan dunia. Selama masa ‘diaspora’ ini, yang berakhir hingga abad ke-19, mayoritas masyarakat Yahudi menganggap diri mereka sebagai sebuah kelompok masyarakat yang didasarkan atas kesamaan agama mereka. Sepanjang perjalanan waktu, sebagian besar orang Yahudi membaur dengan budaya setempat, di negara di mana mereka tinggal. Bahasa Hebrew hanya tertinggal sebagai bahasa suci yang digunakan dalam berdoa, sembahyang dan kitab-kitab agama mereka. Masyarakat Yahudi di Jerman mulai berbicara dalam bahasa Jerman, yang di Inggris berbicara dengan bahasa Inggris. Ketika sejumlah larangan dalam hal kemasyarakatan yang berlaku bagi kaum Yahudi di negara-negara Eropa dihapuskan di abad ke-19, melalui emansipasi, masyarakat Yahudi mulai berasimilasi dengan kelompok masyarakat di mana mereka tinggal. Mayoritas orang Yahudi menganggap diri mereka sebagai sebuah ‘kelompok agamis’ dan bukan sebagai sebuah ‘ras’ atau ‘bangsa’. Mereka menganggap diri mereka sebagai masyarakat atau orang ‘Jerman Yahudi’, ‘Inggris Yahudi, atau ‘Amerika Yahudi’.

Kalangan Yahudi yang menyebarluaskan gagasan Zionisme adalah mereka yang memiliki keyakinan agama sangat lemah. Mereka melihat “Yahudi” sebagai nama sebuah ras, dan bukan sebagai sebuah kelompok masyarakat yang didasarkan atas suatu keyakinan agama. Mereka mengemukakan bahwa Yahudi adalah ras tersendiri yang terpisah dari bangsa-bangsa Eropa, sehingga mustahil bagi mereka untuk hidup bersama, dan oleh karenanya, mereka perlu mendirikan tanah air mereka sendiri. Orang-orang ini tidak mendasarkan diri pada pemikiran agama ketika memutuskan wilayah mana yang akan digunakan untuk mendirikan negara tersebut. Theodor Herzl, bapak pendiri Zionisme, pernah mengusulkan Uganda, dan rencananya ini dikenal dengan nama ‘Uganda Plan’. Kaum Zionis kemudian menjatuhkan pilihan mereka pada Palestina. Alasannya adalah Palestina dianggap sebagai ‘tanah air bersejarah bangsa Yahudi’, dan bukan karena nilai relijius wilayah tersebut bagi mereka.

Jadi sebelum kita menghubung - hubungkan peristiwa Palestina dgn hal - hal lain, ada baiknya kita memahami makna2 yang terlibat didalamnya.

Perang israel dan palestina bukan perang agama????
Saya mendapatkan kabar ini setelah mendapat forwarded email dari kawan saya. Berikut adalah isi dari artikel tersebut.

Radio Nederland menyiarkan bahwa Amerika mendukung Israel disebabkan AS diperintah oleh Kristen Fundamentalis. Kristen Fundamentalis bukanlah kekuatan dipolitik dan di Amerika boleh dikata tidak ada Partai Agama yang mampu merebut kekuasaan. Suatu siaran Radio Nederland yang sangat mengecewakan sebab di AS ada 2 partai yang besar : Partai Demokrat dan Partai Republik dan kedua partai tersebut selalu memperebutkan kursi presiden setiap 4 tahun dan didasarkan program, bukan didasarkan agama. Dipemerintahan Amerika, tidak dikenal pencampur adukan urusan agama dan urusan pemerintahan, mereka tidak peduli presiden agamanya apa. Maklum negeri yang sudah sangat maju dan sangat demokrasi, bahkan dalam aturan hidup sehari-hari seseorang dianggap tak mengenal aturan atau etiket kalau menanyakan agama seseorang. Agama adalah urusan Tuhan Allah dengan hambanya, jadi tak boleh orang perorangan ikut campur dan pemerintahan tak pernah mempersoalkan agama. Itulah negara maju, dan tak ada partai politik yang menggunakan agama untuk urusan kampanye dan tak ada hal-hal yang mencampur adukkan urusan agama dengan pemerintahan. Memang seharusnya agama adalah SAKRAL, jangan dikotori dengan urusan duniawi, apalagi penggunaan agama untuk mencari kedudukan politik. Negara-negara dimana masih ada politik
didasarkan agama adalah negara-negara terbelakang dan boleh dikata primitip karena seharusnya urusan agama tak perlu dicampur dengan urusan politik.

Apa sebabnya pemerintah Amerika memiliki kecendrungan dalam urusan Yahudi ? Di Amerika Serikat, kaum Yahudi merupakan lobi yang kuat terhadap pemerintahan sebab banyak orang-orang Yahudi terkemuka dan terpandang serta berkiprah kepolitik. Nama-nama Yahudi hampir disemua bidang : Steven Spielberg adalah jutawan sutradara kondang pencipta film-film hebat, Levy Strauss adalah merk celana jean bermerk Levy, MGM adalah perusahaan film zaman dulu dan didirikan oleh Goldman dan Meyer yang keturunan Yahudi. Albert Einstein, pakar fisika adalah orang Yahudi, Alan Greenspan, pakar
keuangan terkenal adalah orang Yahudi juga, demikian pula dengan menteri-menteri dipemerintahan selalu diisi oleh orang-orang yang dianggap pakar, beberapa diantaranya keturunan Yahudi. Pasar uang di Wallstreet banyak dikuasai oleh orang-orang Yahudi, dengan demikian tidak heran bahwa lobi Yahudi merupakan lobi yang kuat yang mampu mempengaruhi jalannya politik. Ada data yang mengatakan bahwa mayoritas anggauta konggres ( Dewan Perwakilan Rakyat ) adalah orang-orang keturunan Yahudi.

Masalah Israel lawan Palestina adalah masalah yang sangat pelik dan bukan urusan sederhana. Israel bereksistensi dengan pemilikan tanah yang juga dianggap tanah orang Palestina: jadi ada perebutan tanah untuk eksistensi masing-masing pihak. Persoalan ini sudah ribuan tahun dan tak pernah
selesai-selesai. Bagaimana masalah pendudukan orang-orang Yahudi muncul kembali ? Ribuan tahun yang lalu, bangsa Yahudi tersebar keseluruh dunia dan mereka berhasil dalam ekonomi sehingga menimbulkan geram dan iri hati kelompok saingannya. Orang-orang Yahudi menguasai perdagangan intan, menguasai Dunia Perbankan dan menguasai perindustrian sehingga pada masa berkuasanya Adolf Hitler di Jerman terjadi pembantaian besar-besaran kaumYahudi dan didirikan kamp-kamp konsentrasi untuk membinasakan orang-orang Yahudi. Berjuta-juta orang Yahudi dikumpulkan dari seluruh Eropa
dan dibunuhi di kamp-kamp konsentrasi, dengan kejadian ini timbullah idée untuk mengembalikan orang-orang Yahudi dan terbentuklah negara Israel: orang-orang Yahudi yang terlunta-lunta di Eropa kembali lagi ketanah yang sudah ditinggalkan, darisinilah muncul masalah pelik Israel lawan Palestina.
Itulah sebabnya negara-negara Barat menginginkan penyelesaian jalan damai dan berusaha mati-matian agar tercapai perdamaian. Sayang sekali dengan adanya orang-orang garis keras dikedua pihak menyebabkan upaya damai selalu kandas.

Apakah dalam perebutan tanah tersebut ada unsur perang agama ? Sama sekali tidak, sebab orang-orang Palestina ada juga yang memeluk agama Kristen. Suha Tawil, istri Yazer Arafat adalah seorang Kristen. Didaerah Timur Tengah banyak pejuang-pejuang beragama Kristen melawan Israel, misalnya George Habbash, pemimpin gerilya garis keras adalah juga seorang Kristen. Sedangkan orang-orang Israel umumnya beragama Yahudi dan tidak mengenal Jesus Kristus, jadi di Indonesia ada semacam fitnah yang dilakukan oleh orang-orang yang menganggap Yahudi adalah Kristen: sama sekali tidak benar. Jadi siaran Radio Nederland yang menyebut dukungan Kristen Fundamentalis juga bisa
dikategorikan fitnah atau KEBODOHAN, masak Radio Nederland tak mampu membedakan antara Yahudi dan Kristen ? Jadi demo-demo membela Palestina dengan menyebut sebagai Jihad adalah salah kaprah : lha wong orang Palestina juga ada yang Kristen ! Dengan demikian upaya menggunakan isu Palestina
untuk perang agama adalah suatu politik kotor atau ketolol-tololan, kegoblokan yang biadab. Jadi sekali lagi ditegaskan bahwa perang antara Israel lawan Palestina adalah perang perebutan tanah dan bukan perang agama, masalah pelik yang membuat penderitaan dikedua pihak.

Memang sulit bila memikirkan polemic yang terjadi di palestina sana. Sekarang kita dapat mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Kita sebagai generasi penerus yang cinta akan kedamaian harus membangun dunia dengan cara yang baik ,meski apapun keadaannya. Tuhan pasti tau apa yang kita lakukan, jadi lakukan yang terbaik dan lakukan dengan ikhlas. Insya allah, barakah… amin J

Source :
http/:Wikipedia.com
http/:google.com
http://www.mail-archive.com/kuli-tinta@indoglobal.com/msg15154.html
http://www.e-samarinda.com/forum/Perang-Agama-t6080.html

Call of My Duty

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

statistics

Pages

About

Blogger templates

Blogger templates

Blogroll

Follow Me

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567